Minggu, 04 Februari 2024

System Librarian: Profesi Sangat Dibutuhkan Namun Sedikit yang Mampu

 Profesi system Librarian pada dasarnya dibutuhkan mulai dari perpustakaan kecil (staf kurang dari 5 orang) sampai perpustakaan besar. Sayangnya sedikit sekali lulusan ilmu perpustakaan yang mampu memiliki kompetensi pada level ini.

Pada umumnya yang memiliki keahlian sebagai system Librarian lebih kepada hobi ketika mereka jadi mahasiswa. Bukan karena by design yang disiapkan oleh prodi ilmu perpustakaan. Dampaknya adalah, hanya 5-10% lulusan ilmu perpustakaan yang memiliki kemampuan menjadi system Librarian. Itupun kalau di dalami lagi dari yang ada tersebut tidak lebih dari setengahnya yang memiliki keahlian setingkat senior system Librarian. Hal ini terjadi karena tidak terencana dgn baik keahlian ini. Padahal kalau mengacu dengan kebutuhan yang ada, apabila ada 164 ribu perpustakaan, setidaknya ada 3000 perpustakaan yang membutuhkan system Librarian, baik perpustakaan umum, khusus, dan Perguruan Tinggi.

Untuk hal ini, prodi ilmu perpustakaan, perlu mengembangkan peminatan ini,. Setidaknya 30-50 % mahasiswanya diarahkan memiliki keahlian sebagai system Librarian.

Kenapa bersifat peminatan? Karena tidak seluruh mahasiswa berasal dari lulusan IPA ketika SMA nya atau memiliki hobi  yang berhubungan dengan TI.

System Librarian secara garis besar adalah pustakawan atau pengelola informasi yang memiliki kompetensi khusus terkait dengan bidang Teknologi dan Sistem Informasi. Mengenai kompetensi yang perlu dimiliki, beragam literatur yang membahas hal ini cukup banyak. Bahkan dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 2 Tahun 2021 tentang KKNI bidang Perpustakaan juga sudah memasukkan dalam salah satu okupasi jabatan.

Dalam KKNI bidang Perpustakaan, terkait system librarian ada dalam 2 jenjang, yaitu:

Jenjang Kualifikasi 6 : Pustakawan sistem pemula dan tenaga teknologi informasi  perpustakaan

Jenjang Kualifikasi 7 :    Pustakawan sistem mahir

Unit kompetensi yang perlu dikuasai adalah sebagai berikut:

a.        Pustakawan Sistem Pemula

Deskripsi : Pustakawan yang bertanggung jawab untuk mengelola teknologi informasi yang digunakan di Perpustakaan dengan menggabungkan prinsip-prinsip kepustakawanan dan kemampuan teknologi komputer.

 

Adapun Kompetensi yang dibutuhkan sebagai berikut:

-          Menginstal aplikasi otomasi perpustakaan

-          Membuat website perpustakaan

-          Merancang portal perpustakaan

-          Mengelola struktur metadata

-          Melakukan copy cataloguing berbasis computer

-          Menyusun rencana kerja dan anggaran kegiatan perpustakaan

-          Merancang system perpustakaan digital

-          Mengelola repositori institusi

-          Mengelola metadata koleksi digital

-          Menggunakan perangkat lunak pengolah kata tingkat dasar

-          Menggunakan perangkat lunak presentasi tingkat dasar

-          Menggunakan perangkat lunak pengolah kata tingkat lanjut

-          Menggunakan perangkat lunak lembar kerja tingkat lanjut

-          Menggunakan perangkat lunak pengakses surat elektronik

-          Melakukan instalasi sitem operasi

 

b.        Tenaga teknologi informasi perpustakaan

Deskripsi : seorang pekerja di Perpustakaan yang tidak memiliki latar belakang Pendidikan perpustakaan namun memiliki pengetahuan, pemahaman teknis tentang praktik serta operasional perpustakaan dan dapat berkontribusi dalam kesehariannya khususnya dalam penggunaan teknologi di Perpustakaan, seperti, jaringan internet, pembuatan website, otomasi dan sebagainya.

 

Adapun kompetensi yang dibutuhkan terdiri dari:

-          Menginstal aplikasi otomasi perpustakaan

-          Membuat website perpustakaan

-          Merancang portal perpustakaan

-          Mengumpulkan kebutuhan teknis pengguna yang menggunakan jaringan

-          Mengumpulkan data peralatan jaringan dengan teknologi yang sesuai

-          Merancang penglamatan jaringan

-          Menyiapkan kabel jaringan

-          Memasang kabel jaringan

-          Memasang jaringan nirkabel

-          Memasang jaringan ke dalam system jaringan

-          Mengkonfigurasi Switch pada jaringan

-          Mengkonfigurasi routing pada perangkat jaringan dalam satu autonomous system

-          Memperbaiki kerusakan konfigurasi jarigan

-          Memelihara jaringan

-          Mengganti perangkat jaringan sesuai dengan kebutuhan baru

-          Mengevaluasi jaringan computer untuk pengembangan masa depan.

 

c.         Pustakawan Sistem Mahir

Deskripsi : Pustakawan yang memiliki tanggung jawab dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan sumber daya teknologi informasi di Perpustakaan.

 

Unit kompetensi yang dibutuhkan terdiri dari:

-          Merancang otomasi perpustakaan

-          Merancang system perpustakaan digital

-          Mengelola repositori institusi

-          Merancang portal perpustakaan

-          Melakukan kajian multidisiplin bidang kepustakawanan

-          Membuat rencana strategis perpustakaan

-          Membuat pedoman

-          Merancang pengelolaan sarana dan prasarana perpustakaan

-          Melakukan monitoring pelaksanaan pengelolaan perpustakaan

-          Menginstalasi aplikasi portal perpustakaan

-          Membuat produk multimedia untuk perpustakaan

-          Mengelola e-resources

-          Mengelola jurnal elektronik

-          Mengoptimalkan kinerja sistem jaringan

-          Memelihara jaringan

Dalam praktiknya, system Librarian di perpustakaan, harus menguasai segala pernak-pernik tentang TI mulai dari hulu ke hilir atau sejak perencanaan sampai evaluasi.

Mulai dari perencanaan, seorang system Librarian harus mampu merancang sistem informasi perpustakaan dan Lembaga informasi tidak hanya jangka pendek namun sampai jangka panjang. Mulai dari kebutuhan servernya berapa besar dalam 10-15 tahun ke depan dengan memprediksi perkembangan koleksi, jumlah pemustaka, transaksi yang terjadi, dan perkembangan TI itu sendiri. Sampai dengan harga dan belinya di mana. Jadi, kemampuan ini tidak sekadar di sisi teknis namun juga dari sisi konseptual dan penganggaran, termasuk kemampuan untuk meyakinkan pimpinan atas perencanaan yang disusun. Pada tahap perencanaan ini pula, seorang system Librarian harus mampu juga membreak down secara detail perencanaan tahapan yg perlu dikembangkan dalam hitungan tahun sampai pemeliharaan, pergantian perangkat dan pengembangan software yang dibutuhkan.

Dalam tahap pelaksanaan, seorang system Librarian dianggap tahu segala hal tentang TI, mulai dari pasang jaringan, instalasi dan penyiapan komputer, instalasi software, instalasi web, dan memperbaiki komputer skala ringan (IT Help Desk).

Selain itu, seorang system Librarian diharapkan dapat membuat aplikasi database dan dapat pula mengintegrasikan beragam software yang ada di perpustakaan untuk dijadikan semacam portal atau menghubungkan dgn software lain seperti dengan bidang SDM, keuangan, dan lainnya.

Pada tahap evaluasi, seorang system Librarian diharapkan mampu mengevaluasi keberhasilan, kegagalan dan penyebab serta tawan solusi yang diperlukan dalam pengembangan kebutuhan TI di perpustakaan tersebut.

Besar kecilnya perpustakaan berpengaruh terhadap kebutuhan System Librarian. Untuk Perpustakaan Kecil namun fokus kepada Perpustakaan Digital, maka kompetensi berhubungan dengan pengembangan situs, pengembangan aplikasi pangkalan data dan portal perpustakaan, kemampuan penentuan aplikasi yang tepat untuk kebutuhan pengelola perpustakaan serta pengelolaan server perpustakaan baik cloud dan intranet sangat dibutuhkan. Adapun untuk Perpustakaan Besar, selain kebutuhan teknis pada perpustakaan kecil, kemampuan manajerial terkait system informasi, kemampuan jaringan system informasi, dan pengelolaan SDM sangat dibutuhkan.

Dengan demikian, system librarian mahir tidak saja mampu secara teknis terkait teknologi informasi, namun menguasai pula kemampuan manajerial dan kepemimpinan dalam pengembangan perpustakaan, baik kebutuhan teknologi informasi perpustakaan secara umum maupun pengembangan perpustakaan digital, termasuk apabila perpustakaan tersebut bagian dari korporasi bisnis digital yang tentu saja kebutuhan TI nya jauh lebih dominan.

Berdasarkan kebutuhan kompetensi yang ada, maka peminatan terhadap system librarian ini memang sudah perlu dibangun sejak tingkat 2 setidaknya setelah mereka memahami kondisi yang ada terkait dengan bidang yang akan mereka tekuni, baik dalam konteks kelembagaan perpustakaan maupun Lembaga yang terkait dengan pengelolaan informasi. Dalam konteks kurikulum merdeka, hal ini relatif memungkinkan. Bahkan mahasiswa layaknya mahasiswa kedokteran, dapat memperdalam kemampuan mereka dengan belajar sebagai system librarian dengan syarat di perpustakaan memiliki system librarian.

Selain itu, prodi ilmu perpustakaan perlu memfasilitasi mahasiswa dengan adanya komunitas mahasiswa yang tertarik dengan TI dan ada staf pengajar yang menjadi pembinanya. Mereka diarahkan untuk aktif mengembangkan proyek-proyek TI di bidang ilmu perpustakaan ataupun mengikuti kejuaran dan festival terkait TI sehingga mereka selalu mendapatkan tantangan yang menarik terkait pengembangan TI di bidang perpustakaan. Jangan lupa fasilitasi pula dengan dukungan lab computer yang memadai.

Cibinong, 5 Agustus 2022

Tidak ada komentar: