Mendengar kebijakan pimpinan kantor WFH di perpanjang sampai
akhir Juni, barulah terpikir harus benar-benar serius memiliki ruang kerja yang
nyaman di rumah. Terlebih, setelah rapat Selasa lalu, ada rencana untuk mengembangkan
konsep virtual office. Berhubung kantor bergerak di ranah riset dan pendidikan
hukum yang memang tidak harus bekerja di kantor, terpenting ada laptop, ada
jaringan internet, ada telepon, ada scanner, ada mesin fax (ini jarang dipakai
sih, apalagi kondisi saat ini). Kebetulan seluruh perangkat ini ada di rumah.
Sedikit cerita tambahan, sebulan pertama kerja di rumah,
yang ada lebih sibuk mengatasi ketakutan dan kepanikan sendiri terhadap
Covid-19 ini. Susah tidur, sibuk lihat berita Covid-19 ditambah melihat rekaman
kematian yang banyak beredar di berita dan media sosial makin kacaulah pikiran.
Berhubung selama ini saya memiliki riwayat penyakit gejala paru-paru. Kalau
sudah kena batuk, sering bunyinya bikin parno orang yang mendengarkannya. Terlebih
beberapa kali menemani istri ke RS Persahabatan membesuk Tante yang terkena virus
ini. Alhamdulillah, melihat Tante berhasil sembuh dan melihat adik yang bekerja
di RS Persahabatan sehat wal afiat walau bekerja di RS tersebut kondisinya
sehat (semoga Allah SWT selalu melindunginya) berangsur saya pun berhasil
mengatasi kepanikan ini.
Kembali ke urusan ruang kerja, setelah mendengar kabar ada
rencana WFH diperpanjang, terpikir nggak bisa seperti ini model kerja WFH ini. Syukurlah,
mendadak ada ilham setelah kedatangan teman di rumah. Selama ini bekerja di
rumah selalu nomaden. Kadang di ruang tamu, kamar anak, bahkan di dapur.
Berhubung sudah di atas 40 tahun, kalau kelamaan bersila kaki sering kesemutan.
Belum ditambah godaan lainnya, seperti main sama anak, nonton TV dan lain-lain.
Kalau ada rapat virtual pun sering kebingungan, karena tidak ada tempat nyaman.
Kamar kemudian diubah setting-nya. Meja yang selama ini
hanya jadi tumpukan barang di dapur, pun dipindahkan ke kamar. Kebetulan karena
berlangganan akses Wi-Fi dan ada tambahan router, dimintalah ke pihak MyRepublic
untuk menggunakan router tersebut. Jadilah ruang kerja yang nyaman deh,
setidaknya versi saya pribadi.
Setelah ini, bersiap untuk mengembangkan konsep Perpustakaan
Tanpa “Perpustakaan” atau Pustakawan tanpa “Perpustakaan”. Ini menjawab
tantangan ke depan, apalagi kerja peneliti di kantor dengan konsep “Virtual
Office” dan “Blended Learning” untuk proses pembelajaran di STHI, perpustakaan
sudah harus siap dengan konsep Perpustakaan Tanpa “Perpustakaan” atau
Pustakawan tanpa “Perpustakaan”.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar