Ternyata sulit juga mengelola organisasi bergerak dibidang perpustakaan. Selain SDM nya yang super sibuk membantu teman-temannya mencari dokumen, juga dukungan pihak lain yang bisa jadi belum menganggap perpustakaan di Indonesia layak untuk didukung perkembangannya. Terlebih, orang menganggap cukup browsing ke internet dapat deh semua kebutuhan informasi mereka. Padahal tetap saja internet hanya teknologinya saja, tetap butuh manusia untuk memasukkan informasi ke dalam internet tersebut.
Kembali ke organisasi perpustakaan, tantangannya lumayan rumit kalau mau dibikin rumit. Tapi kalau berkaca dengan organisasi Gerakan Pramuka ternyata masih lebih baik Gerakan Pramuka karena organisasinya sudah tertata dengan baik. Terlebih, sejak ada UU Gerakan Pramuka dana dari negara juga sudah jelas. Kalau dibandingkan dengan organisasi advokat misalkan yang hobi ribut, mereka setidaknya punya finansial yang kuat, terlebih ada kejelasan siapa yang melantik mereka sebagai advokat.
Jadi, siapa pun yang ingin membangun organisasi kepustakawanan sepertinya butuh tenaga lebih, tidak hanya waktu dan dana namun juga hati. Kenapa ? nanti dilanjutkan lagi.
Senin, 16 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar