Senin, 22 September 2008

Tidak Perlu Serius Membacanya

Kadangkala berada ditimbunan sumber informasi itu belum tentu seseorang itu menjadi cerdas. Begitu pula seorang pustakawan. Bukannya makin pintar, malah makin aneh, kalau tidak dibilang bodoh. Misalkan, seorang Farli yang sekarang ini menjadi makin minder karena makin bodoh dalam berbicara bahasa Inggris. Alasannya, terlalu cinta dengan bahasa Indonesia. Padahal alasan sebenarnya, tidak bisa.

Oleh karena itu, biar otak terus berjalan seorang pustakawan itu perlu juga menulis. Ya, tidak harus ilmiah lah. Yang garing-garing dan tidak bermutu pun perlu ditulis rasanya. Kan, masih jarang yang menuliskan pengalaman hidup seorang pustakawan. Yang sebenarnya hidupnya juga terbaca mau jadi apa.

Jadi, berhubung tidak terlalu keren dan bermutu tulisannya, kalau ternyata terbaca, jangan terlalu serius ya menanggapinya. Dan jangan terlalu sakit hati kalau ternyata tersebut-sebut dalam celoteh ini.

So, mari menulis.....

Tidak ada komentar: